Private Community
Komunitas pengguna jasa EDI (Electronic Data Interchange) yang telah memanfaatkan transaksi kepabeanan dapat mengintegrasikan sistem EDI ke dalam
sistem internal perusahaannya.
Manufacturing
Respon Master merupakan fungsi tambahan untuk menyediakan report dari dokumen PIB dan PEB yang sudah terproses, untuk kemudian diteruskan ke proses Inhouse. Proses Inhouse ini nantinya akan menghasilkan final report untuk kebutuhan bagian
Corporate Planning.
Komponen yang terlibat adalah aplikasi PIB(Pemberitahuan Import Barang) dan aplikasi PEB(Pemberitahuan Ekspor Barang). Terhadap masing – masing aplikasi sudah terdapat Interface untuk meload data dari inhouse ke dalam PIB atau PEB. Fungsi Respon Master ini nantinya akan menjadi tambahan terhadap fungsi yang sudah ada di masing – masing interface, tanpa merubah fungsi interface yang sudah ada.
Fungsi tambahan ini dibuat dalam rangka untuk mengeluarkan data – data yang terdapat di dalam database PIB dan PEB untuk membantu pengolahan data yang sudah ada, sehingga dapat dihasilkan informasi yang dibutuhkan dengan lengkap, dan valid. Fungsi ini dikembangkan oleh PT. EDI Indonesia.
Manfaat dan Fungsi :
Menghasilkan report respon PIB yang sudah terproses.
Menghasilkan report respon PEB yang sudah terproses.
Mendukung proses pengolahan final report untuk keperluan client.
Batasan Sistem Proses :
Menghasilkan output respon PIB yang sudah terproses dengan format data yang disepakati.
Menghasilkan output respon PEB yang sudah terproses dengan format data yang disepakati.
Menyimpan history dari file respon yang terbentuk
Mencatat semua proses pembentukan respon yang dilakukan
Mengirimkan secara otomatis file respon yang terbentuk ke inhouse dengan media FTP
Kebutuhan Perangkat Keras
Aplikasi ini membutuhkan perangkat keras berupa sebuah Personal Computer, dengan spesifikasi sebagai berikut:
Sebuah PC dengan Processor minimal setara dengan Pentium III dengan memory yang cukup untuk menjalankan sebuah Browser (minimal 64 MB).
Koneksi LAN yang terhubung dengan AS/400 Server
Koneksi LAN antara terminal Interface Respon PIB dengan terminal Interface Respon PEB
Kebutuhan Perangkat Lunak
Selain kebutuhan perangkat keras seperti diatas, untuk kebutuhan aplikasi perangkat lunak / software minimal memiliki spesifikasi sebagai
berikut:
Operating System Microsoft ® Windows 98™ keatas (2000™ , XP™ ) , untuk klien yang menggunakan operating system Windows.
Microsoft Office 97 ke atas ( 2000,XP)
Modul Inhouse Bea Cukai (PIB 4.1.1 atau PEB 4.0)
FTP Client (default O/S)
File Sharing direktori PIB4.0 ke terminal Respon PEB.
Alur Proses
Proses Generate PIB Respon Master
Yaitu proses pembentukan suatu file laporan terhadap data – data PIB yang sudah mendapatkan respon. Laporan ini dibentuk per item Nomor HS, untuk kemudian ditampilkan data – data yang terkait. Dalam proses pembentukannya pengguna diminta untuk mengisikan data – data PIB yang dibutuhkan berdasarkan tanggal Aju PIB tertentu.
Saat ini sistem Pembayaran Pajak Impor SSPCP (Surat Setoran Penerimaan Cukai dan Pajak) pada kalangan perbankan masih menggunakan metode desentralisasi dimana hal ini menimbulkan beberapa kelemahan antara lain adalah :
- Kegiatan operasional internal dilakukan secara regional, data-data tersimpan di daerah/cabang, dimana masalah
yang timbul :
• Penyediaan fasilitas pembayaran impor, berarti investasi baru
Data tersebar, sulit dimonitor/dikoordinasikan
Pengambilan keputusan sulit dilakukan
Dengan melihat beberapa kelemahan tersebut diatas, maka PT.EDI Indonesia menawarkan solusi sebagai berikut :Membangun Aplikasi Sistem pembayaran Impor SSPCP secara terpadu dengan menggunakan GATEWAY SSPCP yang berfungsi antara lain :
Sebagai central operasi seluruh aktifitas pembayaran impor ke seluruh KPBC.
Pelaporan Respon dan status pengiriman SSPCP dari KPBC bisa langsung diterima oleh cabang.
Latar Belakang
Mulai ter-onlinenya beberapa kantor pelayanan Bea dan Cukai, mengakibatkan meningkatnya pangsa pasar pembayaran pajak impor melalui perbankan. Hal ini mengingat peraturan pemerintah sebelumnya tidak mengatur kewajiban pembayaran pajak impor secara mandatory melalui perbankan.
Sebelum diterapkannya mandatory sistem oleh bank, statistik pembayaran pajak impor, 80% dilaksanakan di KPBC, baru selebihnya menjadi pasar perbankan.
Manfaat
Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dari pengembangan sistem pembayaran Impor terpadu antara lain adalah :
Dapat meningkatkan kinerja perusahaan dalam menjalankan usahanya, hal ini disebabkan karena data-data yang tersimpan merupakan data yang terintegrasi sehingga dapat diambil keputusan dengan cepat dan tepat.
Menurunkan biaya operasional penggunaan kertas, karena penyimpanan dan laporan dapat dilakukan secara elektronic ( paperless )
Dapat meningkatkan pangsa pasar melalui ketersediaan pelayanan di seluruh jaringan bank yang terhubung dengan jaringan WAN.

Join Our milist